KJRI Jeddah Ingatkan Jamaah Haji Indonesia untuk Lebih Waspada terhadap Aturan Privasi di Arab Saudi
Pemerintah kembali mengingatkan pentingnya memahami dan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Tanah Suci. Hal ini menyusul adanya seorang jamaah haji Indonesia yang diamankan aparat kepolisian di Madinah, Arab Saudi, setelah diduga merekam seorang perempuan tanpa izin di kawasan sekitar Masjid Nabawi.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa selain fokus menjalankan ibadah, setiap jamaah juga perlu menjaga adab, menghormati privasi orang lain, serta memahami regulasi lokal yang berlaku ketat di Arab Saudi.
KJRI Jeddah: Pelanggaran Privasi Bisa Diproses Secara Hukum
Koordinator Satuan Tugas Pelindungan KJRI Jeddah, Akhmad Masbukhin, membenarkan adanya kasus tersebut dan menjelaskan bahwa jamaah yang bersangkutan telah menjalani proses pemeriksaan oleh pihak berwenang setempat.
“Kami menangani satu kasus yang menarik. Ada satu jamaah haji Indonesia ditangkap oleh kepolisian Markaziah di Madinah Munawaroh karena mengambil video seorang perempuan sekitar umur 30 tahun tanpa izin,” ujar Akhmad Masbukhin.
Menurut penjelasannya, meskipun jamaah tersebut menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi.
“Ketika ditangkap dan diinterogasi, yang bersangkutan menyampaikan tidak ada niat jahat. Tetapi tetap kasusnya diangkat ke Niabah Ammah atau kejaksaan umum,” lanjutnya.
Arab Saudi Terapkan Aturan Ketat Soal Privasi dan Penggunaan Kamera
Arab Saudi dikenal memiliki regulasi yang sangat tegas terkait perlindungan privasi, termasuk larangan mengambil foto atau video orang lain tanpa persetujuan.
Aturan ini diatur dalam Nizom Mukafah al-Jaroim al-Maklumatia (Anti-Cybercrime Law), yang mengatur penyalahgunaan perangkat elektronik, termasuk kamera ponsel, untuk merekam individu tanpa izin.
Dalam beberapa kasus, pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada:
- Denda dalam jumlah besar
- Proses hukum pidana
- Bahkan ancaman hukuman penjara, tergantung pada laporan korban dan keputusan otoritas setempat.
Jamaah Haji Perlu Menjaga Adab dan Kehati-hatian Selama di Tanah Suci
KJRI Jeddah mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia agar lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel, terutama saat berada di area publik seperti masjid, hotel, maupun pusat keramaian.
“Ayo kita harus berhati-hati untuk mematuhi aturan yang ada di Arab Saudi, menghormati adat istiadat dan juga privasi orang Arab Saudi. Jaga diri, jaga hati untuk menggapai rida ilahi,” pesan Akhmad Masbukhin.
Selain menjaga ibadah tetap khusyuk, memahami aturan lokal juga menjadi bagian penting dari ikhtiar agar perjalanan haji berjalan aman, nyaman, dan tanpa hambatan hukum.
Bagi para calon jamaah haji dan umroh, pembekalan mengenai adab, budaya, dan regulasi di Arab Saudi menjadi hal yang sangat penting sebelum keberangkatan, agar setiap langkah ibadah dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan keberkahan.
